Gili Labak The Exotic Island

Destinasi Fotografi Gili Labak
Selamat Datang Pulau Gili Labak


Gili Labak, sebuah pulau di sisi tenggara Madura. Masuk dalam kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, kabupaten terujung timur di Pulau Madura. Sebuah pulau kecil yang tidak ada tranportasi reguler ke pulau ini. Di pulau yang hanya seluas 5 hektare dikelilingi hanya oleh laut. Untuk mengelilingi pulau ini anda bisa tempuh dalam waktu 45 menit saja. Karena luas yang tak begitu besar (5 hektare) saja, penduduk di Gili Labak hanya ada 35 KK saja. Dan semua berprofesi sebagai nelayan dan sebagian membuka warung untuk para wisatawan yang berkunjung ke Gili Labak.

Saat ini Gili Labak menjadi Trend Destinasi di Jawa Timur. Butiran pasir putih seperti kristal, pantai yang jernih, dan terumbu karang yang masih terjaga menjadi destinasi utama para turis untuk snorkling. Kalau saya boleh bilang Gili Labak seperti Private Island bagi anda yang mau berkunjung. Pulaunya sangat bersih, penduduknya cukup sadar wisata. Mereka membangun shelter dan gazebo dengan tertib dan merawat kebersihannya dengan baik. Semua fasilitas tersebut bisa anda manfaatkan dengan Gratis dan tidak perlu sewa.

Rasa penasaran ini yang membuat saya memutuskan untuk berlibur ke Gili Labak. Ditempuh dengan perjalanan darat dari surabaya ke sumenep memakan waktu 4 – 5 jam. Anak saya yang masuk sekolah saya paksa untuk bolos sehari hehehe. Menawarkan model wisata snorkling untuk pertama kali akan jadi sesuatu yang besar buat mereka, aku pikir kalau mereka mau mencoba pengalamannya akan membekas seumur hidup, jadi worthed lah kalau korban ndak masuk sekolah sehari.

Berangkat pagi hari, saya memutuskan lewat jalur utara pulau madura karena banyak destinasi pantai yang super keren untuk spot fotografi seperti Air terjun Toroan, Pantai Slopeng, Pantai Lombang, Kawasan Desa Wisata Pasir Legung, dan lain lain (akan saya post tersendiri). Hari pertama saya menginap di rumah teman di Kota Sumenep sambil cari informasi perahu yang akan mengantar kita ke Gili Labak. Sebagai informasi, Gili Labak hanya bisa ditempuh dengan Perahu Nelayan dan tidak ada jalur Perahu reguler, sehingga kita harus booking perahu untuk mengantar kita menyabrang dan menunggu aktifitas serta mengantar balik kita ke tempat asal.

Petualangan di Mulai

Pagi dini hari sebelum adzan subuh kami sudah terbangun dan bersiap. Pun anak anakku sudah bersiap minum coklat hangat dan makan snack sereal. Lepas sholat subuh kami segera bergeser menuju ke Pelabuhan Kalianget tempat kita akan menyebrang menuju Gili Labak. Menuju Pelabuhan kalianget kita akan melewati kompleks Bangungan Tua (kota tua) eks Pabrik PT Garam yang dibangun sejak jaman kolonial VOC tahun 1705. Dulu Kalianget adalah kota paling Modern di pulau Madura. Sejak 1899 pemerintah Hindia Belanda membangun Pabrik Garam ini dan memonopoli perdagangan garam dari Indonesia ke Eropa.

Sampai di pelabuhan kalianget kami langsung menuju ke rumah pak Kaleben (kepala desa), beliau juga memiliki usaha persewaan perahu wisata ke Gili Labak. Karena kami hanya datang bertujuh, 3 dewasa dan 4 anak anak jadinya kalau booking akan jadi mahal sekali. Perahu ini biasanya disewakan 850 ribu PP untuk 10 orang termasuk dengan alat snorkling. Bisa juga dapat lebih murah dengan perahu nelayan, namun ukuran lebih kecil dan kurang save karena Life Jacket tidak semua ada. Kalau dengan perahu nelayan biasanya sewanya sekitar 500 – 600 ribu per perahu. Namun kalau dengan perahu wisata (khusus ke Gili labak) sewa tadi sudah termasuk dengan Life jacket dan perlengkapan snorkling.

Perahu Wisata Khusus Gili Labak
Perahu Wisata Gili Labak
Lama menyebrang memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kondisi ombak relatif cukup besar dan bikin mabuk laut. Jadi siapkan obat anti mabuk sebelum berangkat bagi anda yang sering masuk angin kalau naik kendaraan. Pada mulanya 1 jam pertama anak anak senang ria gembira diatas perahu, namun 1 jam kedua mulai kejenuhan melanda dan mulai merajuk kapan sampai nya ke Gili labak hahaha.

Dua jam berlalu, dan akhirnya perahu mendarat di pasir putih bersih seperti kristal di Gili Labak, teduhan Pohon pohon, Gazebo Tradisional, dan warung warung makan di sepanjang pantai yang tertata rapi sudah menyambut kita. tidak ada Hiruk pikuk pedagang di warung seperti kalau kita main main ke Kenjeran park atau destinasi lainnya. jadi kita tidak perlu risih untuk sekedar duduk di kursi bambu / "amben" istilah orang jawa. karena semua fasilitas teduhan seperti ini gratis.
Kondisi Pulau sangat asri dan bersih
Suasana Teduh Gili Labak
Biasanya guide akan memberi kita waktu selama 1 – 1,5 jam untuk wisatawan mengexplore pulau kecil ini. Dengan luas hanya 5 hektare, anda bisa explore dengan berjalan kaki keliling pulau menyusuri garis pantai kurang lebih 40 menit sampai 1 jam. Atau bisa menerobos lewat tengah pulau menyusuri perkampungan yang hanya ada sekitar 20 rumah saja kita bisa memotong pulau Gili Labak ini.
Pasir putih dan Pantai yang jernih
Spot Fotografi Gili Labak

Kondisi pulau sangat bersih, tidak ada kendaraan bermotor ataupun sepeda. Jika capek, anda bisa menikmati segarnya kelapa muda yang disajikan warung warung wisata di pantai Gili Labak. Jangan khawatir soal harga, dijamin shock lah dengan harganya yang murah.
Kelapa muda antara 8 ribu sampai 10 ribu atau mau makan menu ikan bakar cukup rogoh kocek 10 ribu sampai 15 ribu. Murah kan? ndak sampai harga rokok satu pax. Saya sendiri heran dengan harga ini, namun ketika saya sadari ternyata warga penduduk Gili Labak memperlakukan kami para wisatawan juga sama halnya dengan penduduk asli. Karena pulau kecil ini hanya dihuni oleh 35 Keluarga saja, serta hajat hidup utamanya ya dari nelayan. Kehadiran turis di gili labak ya seperti kedatangan tamu dari daratan madura seperti umumnya. Namun saya salut karena kebersihan pulau ini luar biasa bersih.

Experiential Learning

Setelah puas mengexplore daratan Gili Labak, om guide mengajak kami kembali naik ke perahu untuk snorkling. Semua penumpang menggunakan pelampung/life jacket. Kemudian arah boat segera menjauhi bibir pantai. bergeser 70 meter ke tengah, ada batas tali dan pelampung nampaknya. ternyata itulah batas terumbu karang dan motor perahu tidak boleh dinyalakan karena dikhawatirkan merusak terumbu karang dan ekosistemnya.
Go Snorkling
Persiapan Snorkling
Anak anak sangat antusias dengan pengalaman barunya. Azka anakku yang baru 4 tahun memulai pengalaman barunya dengan takut takut. Namun semua terbayar ketika mereka merasakan sensasi mengapung di lautan. apalagi ketika ratusan ikan ikan kecil mulai mengerubungi kami untuk menyambar remahan roti yang diumpankan oleh Om Guide.
Feeding The Fish
Pengalaman Seru Snorkling Bersama
Sekitar dua jam kami habiskan waktu dengan anak anak untuk snorkling. Bagi mereka ini pengalaman baru bentuk rekreasi. Kalau biasanya rekreasi mereka dengan cara camping atau wisata di pantai. Namun Snorkling adalah keseruan yang tiada batas. Dan saya yakin impact nya akan lifetime warranty. Saya berharap mereka akan selalu siap diajak menerima challenge model baru dan otomatis menambah kepercayaan diri mereka suatu saat. yah istilahnya untuk membangun karakter mereka lah.

Selesai Snorkling, perahu langsung kita arahkan kembali ke pelabuhan Kalianget. Berbeda dengan saat berangkat, pada jalur balik arus lebih tenang karena perahu searah dengan ombak, sehingga guncangan guncangan tidak terasa dan waktu tempuh menjadi lebih cepat. Pukul 13.00 WIB perahu kita sudah sampai di Pelabuhan Kalianget, setelah mandi, sholat dan ganti baju kita bersiap untuk makan siang dan pulang balik ke Surabaya.

Info dan Tips ke GILI LABAK

  • Waktu terbaik menyebrang ke Gili Labak adalah pagi hari (subuh) atau sore hari (jika menginap)
  • Di Gili Labak juga sudah tersedia Guest House, Jika berencana untuk camping bertenda cukup banyak spot yang bisa dipakai.
  • spot terbaik adalah sunset dan sunrise.
  • Usahakan bepergian ke Gili Labak secara berkelompok minimal 10 orang, agar bisa sewa private boat. Jika kurang dari 10 biasanya dilakukan sharing cost dengan wisatawan lain. Dan aturan pergi pulang jadwalnya mengikuti rombongan terbanyak.
  • Tidak ada perahu reguler, otomatis harus sewa perahu. Jangan khawatir cukup banyak pilihan perahu kok termasuk perahu nelayan
  • Karena sistem sewa, maka perahu yang mengantar otomatis juga menunggu sampai anda pulang balik ke ke Pelabuhan Kalianget.
  • Biaya makan cukup murah bisa juga beli makan di Gili Labak rata rata 10 – 15 ribu per porsi.
  • Pastikan perlengkapan keselamatan dalam perahu, Life JAcket wajib ada 1 orang 1 pelampung.
  • Pastikan kamera dan baterei kondisi maksimal, karena tidak ada listrik di sini.
  • Sunblock mungkin diperlukan, jadi siapkan saja. tidak minimarket di sini :D
  • Kalau ingin menginap jangan lupa bawa air mineral juga, air di toilet umum agak payau.
  • Minumlah obat anti mabok jika diperlukan, 2 jam melawan ombak cukup membuat anda muntah muntah.
  • Bawa pulang sampah anda kembali ke Kalianget, jangan ditinggal di Gili Labak.

Demikian sharing saya untuk trip ke Gili Labak. Menurut saya, Gili Labak ini adalah destinasi paling eksotis di Jawa Timur. Sebenarnya Masih ada 2 pulau lagi yang akan saya explore yaitu Pantai Sembilan di Gili Genting dan Gili Iyang dengan Titik Oksigen tertinggi di Dunia. Akan saya ulas di posting lainnya. Semoga bermanfaat untuk kawan kawan explorer semua.

Jika anda berminat untuk merencanakan tour trip ke Gili Ketapang, MaduraBromo, ataupun Banyuwangi silakan klik www.exploretrip.id atau email di info@exploretrip.id

jika selama hidupmu kamu hanya melihat apa yang tampak dihadapanmu, sesungguhnya kamu telat melewatkan banyak hal (pete's dragon 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EXPLOREGRAM INDONESIA

@exploretrip.id